Kebijakan Baru: Mensos: Perpustakaan di Sekolah Rakyat bisa diakses 24 Jam
Mensos: Perpustakaan di Sekolah Rakyat bisa diakses 24 Jam
Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas pendidikan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa sekolah rakyat yang berbentuk bangunan permanen akan dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan modern yang dapat digunakan selama 24 jam. Fasilitas ini tidak hanya ditujukan untuk siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum serta siswa dari sekolah lain, dengan jadwal penggunaan yang terencana.
“Perpustakaan bertujuan sebagai ruang belajar yang lebih luas, serta tempat untuk kegiatan positif para siswa,” ujar Saifullah Yusuf saat acara pelatihan tenaga pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat di Serpong, Tangerang, Banten, Rabu.
Menurut Mensos, perpustakaan akan menjadi bagian utama dari lingkungan sekolah, dengan desain yang menekankan keberadaannya sebagai simbol pentingnya literasi. Pengunjung yang masuk ke area sekolah akan melewati perpustakaan sebagai titik fokus pengembangan kebiasaan baca tulis. Di beberapa negara, perpustakaan telah menjadi tempat utama aktivitas selama liburan, terutama setelah pembatasan penggunaan gawai pada anak usia sekolah. Fenomena serupa mulai terjadi di Indonesia, meski belum merata.
“Trend ini perlu didorong lebih lanjut agar masyarakat semakin mengakui perpustakaan sebagai alternatif rekreasi yang bermanfaat,” tambahnya.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat sedang berjalan di lebih dari 100 lokasi di berbagai daerah, dengan nilai proyek per lokasi berkisar antara Rp250 miliar hingga Rp300 miliar. Proses konstruksi melibatkan pihak yang ahli di bidangnya, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang bertugas memastikan kualitas infrastruktur. Daerah seperti Makassar telah mengawali pembangunan dengan desain yang relatif seragam, tetapi untuk wilayah perkotaan, konsep bangunan disesuaikan dengan kondisi lahan, seperti pengembangan vertikal.
“Kami menyerahkan keahlian kepada pihak yang tepat agar program tidak terganggu oleh faktor eksternal,” jelas Mensos.
Kepala Perpustakaan Nasional Prof. Aminudin Aziz menambahkan bahwa buku telah didistribusikan ke perpustakaan Sekolah Rakyat, dengan jumlah 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk SMP, dan 1.000 buku untuk SMA. Ia menegaskan bahwa fasilitas perpustakaan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan siswa, dengan tujuan memenuhi preferensi bacaan yang relevan.
