News

Latest Program: Apresiasi untuk KASAD, Gubernur Lemhannas Anugerahi Tanda Alumni Kehormatan

Apresiasi untuk KASAD, Gubernur Lemhannas RI Beri Penghargaan Tanda Alumni Kehormatan Latest Program - Pada Selasa (30/6), Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional

Desk News
Published Juni 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Apresiasi untuk KASAD, Gubernur Lemhannas RI Beri Penghargaan Tanda Alumni Kehormatan

Latest Program – Pada Selasa (30/6), Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan penghargaan Tanda Alumni Kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Upacara penghargaan ini berlangsung di Gedung Trigatra Lemhannas RI. Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata KASAD dalam memperkuat ketahanan nasional selama masa jabatannya. Dalam sambutannya, Ace menyampaikan, “Selama masa pengabdiannya, beliau telah memberikan kontribusi yang berarti dalam memperkuat ketahanan nasional melalui implementasi asta gatra,” tambahnya.

Kontribusi di Bidang Geografi

Jenderal Maruli Simanjuntak aktif dalam penguatan kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan nasional. Upaya ini mencakup perbaikan kekuatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas), peningkatan kualitas Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP), dan pembangunan infrastruktur kritis seperti jembatan. Selain itu, ia mendorong program-program seperti “TNI AD Manunggal Air” yang bertujuan menyediakan air bersih di daerah terpencil, serta “Babinsa Masuk Dapur” untuk mencegah masalah stunting di kalangan masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal juga menjadi fokusnya, dengan peran aktif dalam optimalisasi lahan pertanian dan penertiban kawasan hutan serta pertambangan. Pendekatan berbasis tanggung jawab lingkungan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan penghijauan dan pemberdayaan wilayah.

Penguatan Ideologi dan Konsensus Dasar

Dalam bidang ideologi, Jenderal Maruli menekankan peran TNI AD sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila. Ia menggencarkan literasi ideologi di wilayah rawan konflik, terutama melalui peningkatan pemahaman masyarakat tentang empat konsensus dasar bangsa. Sebagai langkah preventif, operasi “TNI AD Mengajar Wawasan Kebangsaan” dijalankan di 1.200 sekolah perbatasan, bertujuan membangun kesadaran kebangsaan sejak usia dini. Upaya ini juga berfungsi sebagai bentuk penangkal terhadap radikalisme dan separatisme, serta memperkuat solidaritas nasional.

Kerja Sama Strategis dan Program Peningkatan Kapasitas

KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak turut mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah program “TNI AD Goes to Campus” yang bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan generasi muda. Ia juga mendorong perekrutan prajurit TNI AD yang menjadi influencer, dengan harapan memperluas dampak sosial dari kegiatan militer. Kolaborasi dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan pemerintah daerah dilakukan untuk memberikan makanan tambahan dan memperbaiki layanan kesehatan reproduksi. Program “TNI AD Manunggal Masuk Desa” (TMMD) menjadi sarana pembelajaran di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta penyelenggaraan sekolah darurat setelah bencana alam.

Ketersediaan Sumber Daya dan Peningkatan Pertahanan

Dalam bidang pertahanan dan keamanan, Jenderal Maruli fokus pada modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta transformasi doktrin TNI AD dari “perang” menuju “ketahanan semesta digital.” Upaya ini mencakup pembangunan sumur bor dan food estate di wilayah dengan akses pangan terbatas, serta penguatan satuan siber untuk menghadapi ancaman digital. Ia juga mendorong peningkatan diplomasi perbatasan dengan pendekatan kesejahteraan, baik untuk rakyat maupun prajurit. Kontribusi ini bertujuan memperkuat keamanan nasional dan menjamin stabilitas di daerah rawan.

Peran TNI AD dalam Pemilu dan Demokrasi

Pada aspek politik, KASAD Jenderal Maruli berperan aktif dalam menjaga netralitas TNI AD sebagai jaminan keberlangsungan demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Upaya ini mencakup pelatihan dan pendidikan untuk prajurit agar mampu menjalankan tugas secara objektif di tengah peristiwa politik. Selain itu, ia menggali potensi ekonomi rakyat melalui “Kodam Bantu UMKM” dan program pembinaan petani, dengan harapan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. TNI AD juga aktif dalam kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan bahan pangan, yang menjadi bentuk tanggung jawab sosial angkatan bersenjata.

Kerja Sama Lemhannas dan TNI AD

Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa Lemhannas RI dan TNI AD telah mengembangkan kerja sama strategis. Kemitraan ini mencakup pengkajian bersama, pertukaran data, serta dukungan teknologi untuk memperkuat pengukuran ketahanan nasional. Selain itu, pendidikan dan pelatihan kebangsaan terus digelorakan guna memantapkan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. “Kerja sama ini menjadi fondasi untuk mewujudkan visi ketahanan nasional yang komprehensif,” jelas Ace dalam sambutannya.

“KASAD telah membuktikan dedikasinya dalam menjaga keutuhan NKRI, baik melalui tindakan langsung di lapangan maupun kebijakan strategis yang memperkuat kesejahteraan rakyat dan keamanan wilayah,” ujar Ace dalam kesempatan tersebut.

Dalam pidatonya, Ace juga menyoroti keberhasilan KASAD dalam mengintegrasikan kegiatan militer dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Ia menekankan bahwa peran TNI AD tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional. Selama 15 tahun pengabdiannya, Jenderal Maruli Simanjuntak dikenal sebagai figur yang mampu menggabungkan kekuatan militer dengan kebijakan inklusif, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kohesi sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Program-program yang dijalankan KASAD, seperti TMMD, TNI AD Manunggal Air, dan operasi wawasan kebangsaan, menjadi bukti komitmen terhadap penguatan ketahanan nasional. Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga semangat untuk terus meningkatkan kontribusi TNI AD di masa depan. “Pengakuan ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan pembangunan nasional membutuhkan kolaborasi yang erat antara institusi keamanan dan masyarakat,” lanjut Ace.

Sebagai bagian dari komitmen ini, TNI AD terus berinovasi dalam berbagai bidang. Dari pembelajaran di daerah terpencil hingga kegiatan diplomasi perbatasan, seluruh upaya bertujuan memperkuat pengakuan terhadap peran TNI AD sebagai mitra strategis dalam kehidupan bangsa. KASAD Jenderal Maruli Simanjuntak, dengan dedikasinya, menjadi teladan bagi para prajurit dan institusi lain yang berkepentingan dalam pembang

Leave a Comment