News

Special Plan: Stone Garden Masih Diminati Wisatawan Ditengah Polemik Kopdes Merah Putih Tutupi Panorama Gunung Masigit

Stone Garden Tetap Ramai Pengunjung di Tengah Kontroversi Kopdes Merah Putih Special Plan - Kehadiran bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diklaim

Desk News
Published Juli 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Stone Garden Tetap Ramai Pengunjung di Tengah Kontroversi Kopdes Merah Putih

Special Plan – Kehadiran bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diklaim mengganggu keindahan panorama ikonik Gunung Masigit ternyata tidak mengurangi minat wisatawan terhadap Stone Garden. Destinasi wisata geologi yang terletak di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat ini justru mencatat lonjakan kunjungan selama masa liburan panjang sekolah. Selain para wisatawan dari berbagai wilayah, kawasan batuan purba tersebut juga dipenuhi oleh rombongan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang datang untuk melaksanakan kegiatan studi lapangan.

Antusiasme Mahasiswa dari Berbagai Universitas

Data yang dikumpulkan oleh pihak pengelola menunjukkan bahwa setidaknya 60 mahasiswa Universitas Padjadjaran, 200 mahasiswa Universitas Pertamina, serta 150 mahasiswa Universitas Lampung telah melakukan kunjungan edukatif. Kunjungan mereka bertujuan untuk mempelajari formasi batuan purba yang menjadi kekayaan geologi Stone Garden di Bandung Barat. Para mahasiswa ini terlihat sangat antusias dalam mengamati dan mendokumentasikan berbagai jenis batuan yang tersebar di area wisata tersebut.

Keunikan formasi batuan yang ada di Stone Garden menjadi daya tarik tersendiri bagi para akademisi. Berbagai jenis batuan dengan tekstur dan warna yang berbeda-beda dapat ditemukan di lokasi ini. Para mahasiswa tidak hanya melakukan pengamatan visual, tetapi juga mengambil sampel batuan untuk keperluan penelitian dan tugas akademik mereka. Kehadiran mereka ini memberikan warna tersendiri bagi suasana Stone Garden yang biasanya ramai oleh wisatawan keluarga.

Strategi Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Tak hanya kalangan akademisi yang menunjukkan tren peningkatan kunjungan, wisatawan umum juga semakin banyak yang memilih Stone Garden sebagai destinasi liburan. Mayoritas pengunjung berasal dari Sukabumi dan Cianjur yang memanfaatkan jalur kereta api Sukabumi–Cipatat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stone Garden menggunakan angkutan umum. Rute transportasi ini menjadi pilihan favorit karena kemudahan akses dan harga tiket kereta yang terjangkau.

Suryadi, pengelola Stone Garden, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan para pengemudi angkutan kota menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan selama musim liburan. Menurutnya, para sopir angkot menawarkan paket wisata yang menghubungkan dua destinasi sekaligus, yakni Stone Garden dan Sanghyang Kenit. Sebagai bentuk apresiasi, pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas bagi para pengemudi, termasuk kopi gratis.

“Kerja sama ini cukup efektif membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Stone Garden sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Suryadi saat ditemui di Stone Garden, Rabu, 8 Juli 2026.

Tarif Masuk dan Fasilitas yang Terus Ditingkatkan

Meski jumlah wisatawan meningkat signifikan, ia menjelaskan bahwa tarif masuk Stone Garden tetap dipertahankan tanpa kenaikan. Tiket umum dibanderol Rp14.000 per orang, pelajar Rp8.000, sedangkan rombongan yang datang menggunakan angkot memperoleh tarif khusus Rp10.000 per orang. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa Stone Garden tetap terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.

Suryadi yang akrab disapa Yadi menuturkan bahwa pengelola terus melakukan pembenahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Beberapa area yang sedang dalam proses perbaikan meliputi jalur pejalan kaki, tempat parkir, dan toilet umum. Selain itu, pengelola juga berencana menambah jumlah kios kuliner dan souvenir di sekitar area wisata. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang lebih lengkap dan menyenangkan.

Kontroversi Kopdes Merah Putih yang sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat lokal ternyata tidak berdampak negatif terhadap Stone Garden. Justru, keberadaan bangunan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat langsung bagaimana kedua objek wisata ini saling melengkapi. Gunung Masigit yang terkenal dengan panorama indahnya tetap menjadi latar belakang yang memukau bagi Stone Garden. Kombinasi antara keindahan alam dan keunikan geologi membuat Stone Garden semakin diminati oleh berbagai kalangan wisatawan.

Dengan strategi yang tepat dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, Stone Garden diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran para mahasiswa dan wisatawan umum yang konsisten mengunjungi lokasi ini menunjukkan bahwa Stone Garden memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh di masa depan.

Leave a Comment