Berita

Ulah Pria Mabuk di Tangsel: Modus Petak Umpet Lecehkan Bocah

Ulah Pria Mabuk di Tangsel: Modus Petak Umpet Lecehkan Bocah Ulah Pria Mabuk di Tangsel - Kasus pelecehan terhadap anak-anak oleh seorang pria mabuk

Desk Berita
Published 26/05/2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Ulah Pria Mabuk di Tangsel: Modus Petak Umpet Lecehkan Bocah

Ulah Pria Mabuk di Tangsel – Kasus pelecehan terhadap anak-anak oleh seorang pria mabuk berlangsung di wilayah Setu, Tangerang. Pria tersebut melakukan aksi tak terduga hingga menimbulkan keributan dan kemarahan warga. Dalam kejadian ini, pelaku diduga menggunakan modus petak umpet sebagai cara untuk mengejek sejumlah anak kecil.

Peristiwa terjadi pada hari Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut informasi yang diperoleh, pelaku berhasil ditangkap oleh warga setelah diduga melakukan pencurian dan percobaan pelecehan terhadap anak-anak. Aksi ini memicu reaksi cepat dari masyarakat sekitar yang akhirnya mengamuk dan menangkap pelaku.

Kemarahan Warga Menggelembung

Kerusuhan yang terjadi menimbulkan reaksi emosional dari warga. Beberapa orang tidak bisa menahan marah dan langsung menyerang pelaku. Aksi tersebut terjadi setelah anak-anak korban terlihat terganggu oleh tindakan pelaku. Para warga bersama-sama mengejar dan mengendalikan pria mabuk tersebut, memastikan ia tidak bisa melarikan diri.

“Pada saat pukul 14.00 WIB, A alias R keluar dari kontrakannya untuk bermain hujan-hujanan dan masuk terperosok ke dalam selokan hingga terbawa arus,” kata Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (25/5).

Penjelasan dari Kapolsek

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menjelaskan bahwa pelaku, A alias R (23), pada awalnya mengaku sedang bermain hujan-hujanan di luar kontrakannya. Ia kemudian terperosok ke dalam selokan dan terbawa arus kecil. Saat tiba di lokasi kejadian, pelaku melihat sejumlah anak sedang bermain di sekitar.

“A alias R berada di TKP akibat terbawa arus selokan, lalu melihat anak-anak yang bermain. Ia langsung mengajak mereka bermain petak umpet,” jelas Dhady Arsya.

Selama bermain petak umpet, pelaku diduga mencoba melakukan pelecehan dengan memegang celana korban. Perbuatan ini menyebabkan anak-anak korban berteriak, yang kemudian menarik perhatian warga sekitar. Akibatnya, kerumunan orang langsung mengejar pelaku hingga tertangkap.

“A langsung pergi melarikan diri namun akhirnya tertangkap oleh warga sekitar,” ucap Dhady Arsya.

Sebelum Ditangkap, Pria Mabuk Curi Ponsel

Sebelum ditangkap, pelaku sempat masuk ke dalam rumah seorang warga dan mengambil ponsel. Menurut pengakuan kepada polisi, ia terpaksa berpindah ke tempat tinggal warga sambil memperhatikan keadaan sekitar. Namun, aksi pencurian ini berujung pada kejar-kejaran dengan masyarakat yang langsung mengepungnya.

Setelah berhasil menangkap pelaku, petugas datang ke lokasi kejadian dan mengamankan A alias R. Saat petugas tiba di TKP, pelaku sudah dalam kondisi terluka akibat diamuk massa. Keadaan ini membutuhkan perawatan medis segera, sehingga A dibawa ke Puskesmas Keranggan untuk diberi pengobatan.

Pengakuan Pelaku dan Kondisi Setelah Diamuk

Dalam penyelidikan lebih lanjut, pelaku mengaku bahwa ia terperosok ke selokan dan terbawa arus. Selama berada di lokasi, ia melihat anak-anak sedang bermain dan langsung memulai modus petak umpet. Menurut keterangannya, pelaku mengira anak-anak tersebut adalah korban yang bisa diajak bermain tanpa merasa cemas.

“A alias R mengaku terperosok masuk parit lalu terbawa arus. Setelah itu, ia melihat anak-anak bermain hujan-hujanan, lalu mengajak mereka bermain petak umpet,” jelas Dhady Arsya.

Kondisi pelaku setelah diamuk massa menjadi sorotan. Ia ditemukan dalam keadaan terluka, dengan beberapa luka di tubuhnya akibat serangan warga. Meski begitu, pelaku tetap berusaha menjelaskan tindakannya, mengatakan bahwa ia tidak sadar diri saat melakukan pelecehan. Petugas kemudian mengambil alih kasus dan membawa pelaku ke Polsek Cisauk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi Tempat Kejadian dan Dampak pada Anak-Anak

Kawasan Setu yang menjadi tempat kejadian memang sering dikunjungi anak-anak untuk bermain. Lokasi ini terkenal dengan lingkungan yang nyaman dan aman, sehingga kejadian pelecehan ini mengejutkan warga. Beberapa anak yang terlibat dalam petak umpet mengalami trauma setelah melihat tindakan pelaku. Keluarga korban menyatakan kekecewaan mereka atas perbuatan tersebut.

Pelaku dan barang bukti, termasuk ponsel yang dicuri, telah diamankan di Polsek Cisauk. Kasus ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa aksi pelaku benar-benar dilakukan secara sengaja atau terjadi karena pengaruh alkohol. Polisi juga mengecek keterangan saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat bukti.

Kasus ini menunjukkan bagaimana pengaruh alkohol dapat memicu perilaku tidak terduga, bahkan sampai mengancam anak-anak. Kapolsek mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa agar bisa dicegah sejak dini. Selain itu, pelaku juga diharapkan bisa memberikan penjelasan lengkap terkait niatnya saat memulai modus petak umpet untuk melakukan pelecehan.

Dengan penangkapan ini, masyarakat mengharapkan tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku, khususnya terkait perlindungan terhadap anak-anak. Kasus yang terjadi pada hari Minggu, 24 Mei 2026, menjadi peringatan bagi banyak orang untuk tidak mengabaikan dampak negatif dari minum alkohol secara berlebihan.

Rizki Santoso

Rizki Santoso fokus pada edukasi keamanan donasi dan literasi digital. Ia sering menganalisis berbagai kasus penipuan donasi serta memberikan panduan verifikasi informasi sebelum berdonasi. Melalui pendekatan berbasis riset, Rizki membantu pembaca memahami risiko dalam donasi online serta cara melindungi diri dari praktik penipuan yang semakin berkembang.

Leave a Comment