Mahasiswa UMI ciptakan prototipe mobil berbahan bakar hidrogen

Mahasiswa UMI ciptakan prototipe mobil berbahan bakar hidrogen

Makassar – Dalam upaya mengatasi tantangan krisis energi yang semakin mengancam, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil merakit prototipe mobil berbahan bakar hidrogen. Inovasi ini menawarkan solusi ramah lingkungan, dengan bahan bakar yang dihasilkan melalui reaksi kimia air.

Prototipe tersebut dikembangkan oleh kelompok Tim Petroline yang terdiri dari lima mahasiswa. Anggota tim termasuk Mutiara Dwi Puspitasari, Dimas Rosikhul Fikri, Andi Tenri Awaru, Kabri, serta Khaeril Ahyar. Mereka memadukan berbagai komponen unik untuk membangun kendaraan hemat bahan bakar, seperti roda dan lantai dari akrilik fiber glass, dan reaktor tabung berbahan stainless steel 304 yang dilapisi kain tahan panas.

Menurut Mutiara Dwi Puspitasari, ketua Tim Petroline, bahan bakar mobil ini berasal dari reaksi kimia. “Jadi ini menggunakan bahan bakar dari reaksi kimia, berbasis hidrogen,” ujarnya dalam siaran pers. Prosesnya dimulai dengan larutan kimia yang dituangkan ke dalam tabung reaktor melalui corong. Setelah reaksi berlangsung, silinder penematik yang terhubung ke roda penggerak berputar, memicu pergerakan mobil.

“Penelitian ini kami lakukan kurang lebih dari bulan Januari sampai bulan ini. Orang yang dilibatkan terdiri dari lima mahasiswa dan satu dosen pembimbing,” ujarnya.

Dosen pembimbing dari Jurusan Teknik Kimia FTI UMI, Andi Rina Ayu Astuti, menyoroti keunggulan utama bahan bakar hidrogen. “Salah satu kelebihannya, produk akhir yang dihasilkan dari prototipe mobil ini adalah oksigen. Itu juga kita butuhkan sehari-hari, kita hirup sebagai manusia,” katanya. Hasil reaksi kimia hanya menghasilkan oksigen dan air, sehingga sangat ramah lingkungan.

Pembuatan dan pengujian prototipe mobil dilakukan setelah tim memperoleh formulasi larutan kimia yang optimal. Setelah tiga kali percobaan reaksi berbeda, mereka berhasil menciptakan bahan bakar yang efisien dan tidak merusak lingkungan. Dengan hanya 50-100 miligram larutan, mobil mampu berjalan sejauh 10 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *