Penyelenggaraan Layanan Kegawatdaruratan Medis di Sidoarjo Ditingkatkan
Public Safety Center 119 Sidoarjo Siaga 24 – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan medis melalui pendirian pusat darurat kesehatan bernama Public Safety Center (PSC) 119. Pusat layanan ini beroperasi sepanjang hari tanpa henti dan dapat diakses oleh masyarakat secara gratis untuk penanganan situasi darurat. Tujuan utama pendirian PSC 119 adalah menjadi titik sentral dalam mendukung kebutuhan kesehatan darurat warga, dengan memastikan respons cepat dan aksesibilitas yang memadai.
Peran PSC 119 dalam Penanganan Darurat
PSC 119 menjadi salah satu komponen penting dalam sistem kesehatan Sidoarjo, bertindak sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai jenis kegawatdaruratan. Dengan beroperasi 24 jam penuh, layanan ini siap memberikan pertolongan segera kepada warga yang membutuhkan. Tidak hanya itu, pelayanan yang diberikan juga dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari individu hingga kelompok masyarakat tertentu.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan dukungan penuh terhadap peningkatan layanan PSC 119. Ia mengatakan bahwa kecepatan respons dan kemudahan akses layanan darurat menjadi faktor utama yang dibutuhkan warga. “Masyarakat harus merasa nyaman dan percaya bahwa layanan ini selalu siap membantu kapan saja, tanpa hambatan waktu atau biaya,” ujar Subandi dalam sebuah wawancara akhir Mei 2026.
Penguatan Sosialisasi untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo aktif memperkuat penyebaran informasi mengenai fungsi dan manfaat PSC 119. Upaya ini bertujuan agar masyarakat semakin memahami bagaimana cara mengakses layanan darurat secara efektif. Sosialisasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai kelompok seperti kader kesehatan, warga umum, serta pelajar.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sidoarjo, dr. Danang Abdul Ghani, menjelaskan bahwa edukasi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa memahami respons awal saat menghadapi keadaan darurat. “Kami melakukan sosialisasi melalui distribusi leaflet, pemasangan stiker pada ambulans PSC 119 dan ambulans jejaring, serta penyuluhan langsung kepada anak sekolah,” terang Danang, Rabu (27/5/2026). Ia menambahkan bahwa penekanan pada kelompok anak sekolah adalah untuk membangun kesadaran dini tentang kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
Data Statistik: Tren Penanganan Kasus Darurat
Dinkes Sidoarjo memberikan data bahwa kasus kecelakaan lalu lintas menjadi layanan yang paling sering ditangani oleh PSC 119. Dari Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 542 kasus, yang menyumbang 47 persen dari total panggilan layanan. Selain itu, kasus penurunan kesadaran juga mendominasi, dengan jumlah 225 kasus atau 19 persen dari total.
Kategori ini menegaskan bahwa PSC 119 memiliki peran kritis dalam menangani trauma di jalan raya maupun kondisi kritis yang membutuhkan tindakan segera. “PSC 119 menjadi pilihan utama karena respons yang cepat dan penanganan yang berkelanjutan,” kata Danang. Ia juga menyebutkan bahwa layanan darurat tidak hanya fokus pada kecelakaan, tetapi juga siap melayani berbagai jenis kegawatdaruratan lainnya.
Dari seluruh panggilan yang masuk, sebanyak 247 panggilan atau 56,3 persen dianggap sebagai panggilan darurat. Sementara itu, panggilan non-kategori mencapai 141 panggilan atau sekitar 32,1 persen, yang terdiri dari panggilan salah sambung, permintaan informasi umum, hingga kasus yang belum teridentifikasi. Adapun panggilan non-emergency tercatat 51 panggilan atau 11,6 persen, yang dianggap sebagai penggunaan layanan yang tepat waktu.
“Permintaan ambulans jenazah, informasi ketersediaan kamar rawat inap di rumah sakit tanpa kondisi kritis, atau layanan rujukan biasa termasuk dalam kategori non-emergency,” jelas dr. Danang. Ia menegaskan bahwa tingkat kegunaan layanan ini yang tidak terlalu tinggi untuk kasus non-kritis menunjukkan efektivitas jalur darurat dalam mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan.
Harapan untuk Masa Depan Layanan Darurat
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Sidoarjo, PSC 119 diharapkan bisa menjadi bagian yang integral dari kehidupan masyarakat setempat. “Layanan ini tidak hanya menjadi sumber pertolongan saat keadaan darurat, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan warga terhadap sistem kesehatan yang responsif,” tutur Danang. Ia menekankan bahwa penguatan sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat semakin akrab dengan PSC 119.
Dinkes Sidoarjo juga memberikan anjuran kepada masyarakat untuk tidak ragu dalam menghubungi PSC 119 ketika berada dalam situasi kritis. “Public Safety Center (PSC) 119 gratis, tidak dipungut biaya,” pungkas dr. Danang, menegaskan bahwa layanan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui akses yang mudah dan murah.
Layanan ini juga dirancang untuk menjadi penghubung antara warga dengan fasilitas kesehatan yang lebih lanjut. Dengan adanya PSC 119, masyarakat tidak hanya mendapatkan pertolongan awal, tetapi juga bimbingan untuk mengarahkan diri ke layanan medis yang tepat sesuai kondisi yang diperlukan. Dinkes Sidoarjo berharap kehadiran PSC 119 bisa meningkatkan kualitas pertolongan darurat di wilayah tersebut.
Keberadaan PSC 119 tidak hanya memperkuat sistem darurat Sidoarjo, tetapi juga berdampak positif pada kesadaran warga tentang pentingnya respons cepat. “PSC 119 bukan hanya sebagai titik perintah, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pertolongan yang menyeluruh,” tambah Danang. Ia menegaskan bahwa pendirian pusat darurat ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kesiapan kesehatan masyarakat dalam menghadapi segala situasi kritis.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, PSC 119 diharapkan bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyelenggarakan layanan kegawatdaruratan medis. Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk mengoptimalkan sumber daya dan infrastruktur PSC 119, serta memperluas cakupan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai keadaan darurat.
Kelancaran operasional PSC 119 juga didukung oleh kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta dan lembaga pendidikan. Dinkes Sidoarjo terus meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar layanan ini bisa member
