Agenda Utama: Ini besaran penurunan biaya haji 2026
Ini besaran penurunan biaya haji 2026
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa biaya haji Indonesia untuk tahun 2026 tetap berkurang sebesar Rp2 juta, meskipun harga avtur meningkat. “Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta rupiah, walaupun harga avtur naik,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu.
Di hadapan sekitar 800 birokrat, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin memberatkan jemaah haji Indonesia, terlebih dalam kondisi harga minyak mentah dunia yang melonjak, termasuk bahan bakar pesawat, avtur.
Pemerintah RI dan DPR RI telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 tetap turun sebesar Rp2 juta. Dengan demikian, besaran BPIH tahun ini mencapai Rp87.409.366 per jamaah.
“Itu adalah komitmen dari Presiden Prabowo yang sudah dimintakan kepada kami dengan tim untuk bisa menindaklanjuti dan menghitung berapa sebenarnya kebutuhan yang diperlukan,” kata Irfan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi agar kenaikan komponen biaya haji pada tahun ini tidak dibebankan kepada calon jamaah.
Sebelum perang pecah antara Iran melawan Zionis Israel dan Amerika, rata-rata biaya penerbangan per jamaah berkisar Rp33,5 juta. Namun, saat perang meletus dan harga avtur melambung, maskapai mengusulkan penambahan biaya.
Dalam skenario tanpa perubahan rute penerbangan, biaya rata-rata per orang diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Jika ada re-routing untuk menghindari wilayah udara konflik, biaya bisa melambung hingga Rp50,8 juta atau naik sekitar 51,48 persen.
Maskapai Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per orang, sementara maskapai Arab Saudi, Saudi Airlines, menawarkan kenaikan sebesar 480 dolar AS per orang.

