Rencana Khusus: BBPOM DKI jelaskan penyalahgunaan obat-obatan dapat picu tawuran

BBPOM DKI Jakarta Peringatkan Bahaya Penyalahgunaan Obat-obatan Tertentu

Di Jakarta, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta memberikan peringatan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu (OOT) secara tidak tepat bisa memicu perilaku menyimpang, seperti pertengkaran antarpelajar. Dalam acara edukasi yang berlangsung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Selasa (7/4), Sofiyani Chandrawati Anwar, Kepala BBPOM DKI Jakarta, menyampaikan bahwa konsumsi OOT tanpa pengawasan medis dapat berdampak serius pada kesehatan, bahkan memicu kematian. Ia menegaskan bahwa OOT juga bisa menyebabkan konflik antarremaja.

Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Sofiyani mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara bijak. Ia berharap masyarakat aktif mengawasi penggunaan obat di sekitarnya dan membeli dari sumber resmi. “Penyalahgunaan obat tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan jiwa,” ujarnya.

“Kami ingin masyarakat selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran. Ketergantungan terhadap OOT bisa memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang,” tambah Sofiyani.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari tiga kelurahan, yaitu Kramat Pela, Kebayoran Baru, dan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, menurutnya menjadi langkah strategis untuk mencegah penyebaran OOT. Obat-obatan seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan dikategorikan sebagai jenis yang bekerja pada sistem saraf pusat, mirip narkotika dan psikotropika.

Menurut Sofiyani, edukasi berperan penting dalam membentengi generasi muda dari risiko penyalahgunaan. “Antusiasme peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terkait dampak obat-obatan,” katanya. Pihak BBPOM DKI Jakarta menekankan bahwa masyarakat harus waspada terhadap informasi yang bisa memicu penyalahgunaan obat secara tidak sadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *