Strategi Penting: 2.730 personel gabungan amankan laga Persija vs Persebaya di GBK
2.730 Personel Gabungan Amankan Laga Persija Jakarta vs Persebaya FC di GBK
Jakarta – Sejumlah 2.730 personel gabungan telah ditempatkan untuk menjaga keamanan pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta dan Persebaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada hari Sabtu malam. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan bahwa keamanan laga tersebut melibatkan 2.730 personel yang dikoordinasikan dari berbagai unsur, termasuk Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pengamanan telah dimulai sejak sebelum ‘kick off’ yang dijadwalkan pukul 19.00 WIB. Personel tersebar di titik-titik strategis, seperti pintu masuk stadion hingga wilayah Senayan, untuk memastikan jalannya pertandingan aman. Reynold menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif bagi penonton.
Larangan Tegas untuk Suporter
“Kami bertujuan memastikan keamanan dan memberikan pelayanan kepada para suporter yang menonton di GBK,” ujar Reynold.
Menurutnya, para suporter dilarang membawa petasan, flare, senjata tajam, atau minuman beralkohol ke dalam stadion. Ia juga mengimbau pengunjung untuk tetap menjaga ketertiban dan hindari tindakan anarkis atau merusak fasilitas umum. “Kami berharap para suporter tetap santun dan tidak sampai terjadi anarkisme,” tambahnya.
Dalam rencana pengamanan, polisi melakukan rencana pengalihan arus kendaraan di sekitar GBK untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas. Namun, penerapan langkah ini bersifat situasional, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diminta menghindari area Senayan selama pertandingan berlangsung guna mengurangi kemacetan.
Reynold menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran aturan. Penonton yang terbukti membawa barang terlarang akan diberi sanksi tegas sesuai ketentuan hukum. Meski demikian, pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam operasi tersebut. “Pendekatan humanis tetap kami utamakan, dan tidak ada yang membawa senjata api dalam pengamanan,” jelasnya.
