Tak Berkategori

Hasil Pertemuan: Khofifah ajak Muslimat NU terus rawat tradisi kegotongroyongan

Khofifah Ajak Anggota Muslimat NU Konsisten Pertahankan Budaya Gotong Royong Di Yogyakarta, pada hari Minggu, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), menekankan pentingnya kader perempuan dalam organisasi tersebut terus menjaga nilai-nilai…

Desk Tak Berkategori
Published 12/04/2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Khofifah Ajak Anggota Muslimat NU Konsisten Pertahankan Budaya Gotong Royong

Di Yogyakarta, pada hari Minggu, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), menekankan pentingnya kader perempuan dalam organisasi tersebut terus menjaga nilai-nilai tradisional. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan perayaan hari lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU secara nasional terdiri dari tiga aspek utama: memperkuat tradisi, meningkatkan kemandirian, dan mendedahkan peradaban.

Pola Gotong Royong sebagai Bentuk Kebersantunan

Khofifah menyatakan bahwa tradisi kesantunan, kegotongroyongan, serta persaudaraan yang saling membangun adalah nilai-nilai penting yang harus dipertahankan. “Harapan kita adalah tradisi kesantunan, kegotongroyongan, serta persaudaraan itu terus kita rawat, dan tentu berarti kalau NU tradisi Ahlu Sunnah Wal Jamaah,” tuturnya setelah menghadiri Harlah Muslimat NU di Yogyakarta.

“Pola-pola seperti ini me-remind, me-recall bahwa ada tradisi kebaikan yang kita harus kuatkan dan rawat,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

Kemandirian sebagai Kekuatan Organisasi

Menurut Khofifah, kemandirian menjadi fokus dalam tema kedua. Bagi Muslimat NU, kemandirian organisasi kemasyarakatan perempuan Islam sosial-keagamaan adalah bagian dari upaya membangun kekuatan dalam masyarakat. “Alhamdulillah, kita sekarang memiliki anggota sekitar 36 juta, dan mereka survive, eksis dengan peningkatan layanan pendidikan kita di PAUD, TK, karena itu yang diizinkan NU, kemudian layanan kesehatan, layanan ekonomi, dan layanan dakwah,” ujarnya.

Penguatan Peradaban Melalui Diskusi

Dalam poin ketiga, Khofifah menyebutkan bahwa mendedahkan peradaban telah menjadi fokus diskusi selama dua tahun terakhir. Ia menekankan perluasan pengetahuan tentang bagaimana peradaban terbentuk di berbagai tingkatan, mulai dari rumah tangga hingga global. “Termasuk bagaimana kekerasan terhadap perempuan, terhadap anak, kekerasan terhadap masyarakat itu sesuatu yang harus kita bangun proses penetrasi bersama bagaimana seluruhnya menjadi teduh, sejuk, dan damai, pola-pola itu yang kita ingin lakukan,” katanya.

Aisyah Lestari

Aisyah Lestari adalah penulis dan praktisi kegiatan sosial yang telah terlibat dalam berbagai program penggalangan dana dan distribusi bantuan sejak 2016. Ia aktif bekerja sama dengan komunitas lokal dalam penyaluran donasi untuk pendidikan, kesehatan, dan bencana alam. Melalui pengalamannya di lapangan, Aisyah memahami langsung tantangan dalam memastikan donasi tepat sasaran. Tulisan-tulisannya berfokus pada panduan donasi terpercaya, transparansi bantuan, serta cara berdonasi yang aman dan berdampak nyata bagi penerima manfaat.

Leave a Comment