Tak Berkategori

Kemenhaj kaji usulan tambahan biaya haji dari dua maskapai

Kemenhaj kaji usulan tambahan biaya haji dari dua maskapai Jakarta - Menteri Haji dan Umrah, Mochamaf Irfan Yusuf, mengatakan pemerintah sedang meninjau kebutuhan anggaran terkait rencana kenaikan biaya haji yang diajukan oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.…

Desk Tak Berkategori
Published 09/04/2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Kemenhaj kaji usulan tambahan biaya haji dari dua maskapai

Jakarta – Menteri Haji dan Umrah, Mochamaf Irfan Yusuf, mengatakan pemerintah sedang meninjau kebutuhan anggaran terkait rencana kenaikan biaya haji yang diajukan oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Hal ini terjadi karena kenaikan harga avtur yang dipicu situasi perang. “Harga avtur yang diajukan oleh kedua maskapai masih di atas 100 sen dolar AS per liter. Namun setelah gencatan senjata, harga bakal turun, sehingga kami akan sesuaikan kembali,” ujar Irfan Yusuf dalam Rakernas Kemenhaj di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Rabu malam.

Perubahan Harga Avtur

Sebelum konflik meletus, biaya rata-rata penerbangan per jamaah sekitar Rp33,5 juta. Dengan meletusnya perang dan naiknya harga minyak, maskapai mengusulkan tambahan biaya. Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Jika dilakukan rerouting untuk menghindari wilayah udara konflik, biaya bisa mencapai Rp50,8 juta atau naik sekitar 51,48 persen.

Usulan Tambahan Biaya

Garuda Indonesia mengajukan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per orang, sementara Saudia Airlines menawarkan kenaikan sebesar 480 dolar AS per orang. Irfan Yusuf menegaskan pemerintah tidak langsung menerima usulan tersebut. Menurutnya, evaluasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dinamika harga bahan bakar global.

Proses Evaluasi

“Kita akan hitung ulang, komunikasikan, dan koordinasi dengan Komisi VIII,” tutur Gus Irfan, sapaan akrab Menteri Haji dan Umrah. Ia menyebut pemerintah mencari alternatif pendanaan di luar beban jamaah.

Sumber Pembiayaan

Terkait pendanaan tambahan, Irfan mengungkapkan opsi bisa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sumber lain seperti pengelolaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). “Presiden menekankan jangan sampai jamaah terbebani, artinya pemerintah akan mencari solusi alternatif,” tambahnya.

Dian Wijaya

Dian Wijaya adalah penulis yang mengangkat topik gaya hidup berbagi dan kebiasaan sosial positif. Ia aktif dalam kampanye donasi berbasis komunitas serta edukasi publik tentang pentingnya konsistensi dalam berbagi. Tulisan Dian berfokus pada cara membangun kebiasaan donasi, manfaat jangka panjang berbagi, serta pendekatan sederhana agar siapa saja bisa mulai berdonasi tanpa harus menunggu kondisi finansial tertentu.

Leave a Comment