Berita

Historic Moment: Pria di Belawan Sayat Pekerja Pengering Ikan Pakai Pisau gegara Sakit Hati

Pria di Belawan Sayat Pekerja Pengering Ikan Pakai Pisau Gegara Sakit Hati Historic Moment - Kota Medan, Sumatera Utara – Seorang pria berusia 23 tahun, yang

Desk Berita
Published 28/05/2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pria di Belawan Sayat Pekerja Pengering Ikan Pakai Pisau Gegara Sakit Hati

Historic Moment – Kota Medan, Sumatera Utara – Seorang pria berusia 23 tahun, yang diberi inisial A, mengambil pisau lipat dan melakukan serangan terhadap korban, Firman, seorang pekerja pengering ikan. Kejadian ini berlangsung di kawasan Gabion, Belawan, pada Minggu (24/05/2026). Menurut informasi yang dilansir dari detikSumut, Kamis (28/05/2026), penyebab peristiwa tersebut adalah rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Insiden tersebut menimbulkan kekacauan di lokasi kejadian, dengan pelaku tampil sebagai tersangka yang memicu konflik.

Kasat Reskrim Polres Belawan Tangkap Pelaku

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan dari warga. Dalam pernyataannya, Rabu (27/05/2026), Agus mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap pelaku berlangsung pada sore hari, setelah proses penyelidikan yang berjalan cepat. “Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tindak pidana penganiayaan dan berhasil menangkap seorang pelaku berinisial A (23),” kata Agus dalam keterangan tertulisnya.

“Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tindak pidana penganiayaan dan berhasil menangkap seorang pelaku berinisial A (23),” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/05).

Dalam penjelasannya, Agus menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban sedang bekerja menjemur ikan teri di kawasan Gabion. Lokasi itu merupakan salah satu area strategis di Belawan, di mana banyak pekerja perikanan melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut keterangan polisi, tersangka A mendatangi korban yang sedang fokus pada tugasnya. Dalam percakapan, pelaku mengajak korban berkelahi, tetapi korban tidak merespons secara signifikan.

“Kejadian bermula saat korban bekerja menjemur ikan teri di kawasan gabion. Kemudian, korban didatangi oleh tersangka yang sakit hati terhadap korban. Lalu, tersangka mengajak korban berkelahi yang awalnya tidak dihiraukan oleh korban,” ucapnya.

Kasat Reskrim menambahkan bahwa rasa sakit hati pelaku terhadap korban menjadi penyebab utama tindakan kekerasan. “Tidak puas dengan respon korban, tersangka sempat mengajak duel korban Firman namun tidak menghiraukan hingga tersangka kembali mengajak duel korban. Hingga akhirnya terjadi perkelahian korban dan tersangka, namun ternyata tiba-tiba tersangka memakai pisau dan menyerang korban hingga menderita luka sayatan dan tusukan ditubuh korban,” ujar Agus.

Detil Peristiwa dan Penyebab Konflik

Korban, Firman, adalah seorang pekerja yang bekerja di sektor perikanan, khususnya pengeringan ikan teri. Aktivitasnya di kawasan Gabion sering kali memicu interaksi dengan warga sekitar, termasuk pelaku. Tidak jelas apa penyebab konflik spesifik antara kedua pihak, tetapi berdasarkan pengakuan pelaku, rasa sakit hati menjadi faktor utama. Kondisi emosional pelaku yang terbawa rasa marah terhadap korban mungkin berakar dari peristiwa sebelumnya yang tidak disebutkan secara detail.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa konflik memicu perkelahian antara pelaku dan korban. Awalnya, duel hanya berupa dialog atau tindakan fisik ringan, tetapi pelaku, yang tampak kesal, tiba-tiba mengeluarkan pisau lipat. Alat tersebut digunakan untuk menyerang korban, mengakibatkan luka-luka yang cukup parah. Proses perkelahian berlangsung singkat, tetapi cukup berbahaya karena korban tidak siap untuk bertarung.

“Tidak puas dengan respon korban, tersangka sempat mengajak duel korban Firman namun tidak menghiraukan hingga tersangka kembali mengajak duel korban. Hingga akhirnya terjadi perkelahian korban dan tersangka, namun ternyata tiba-tiba tersangka memakai pisau dan menyerang korban hingga menderita luka sayatan dan tusukan ditubuh korban,” ujar Agus.

Menurut laporan kepolisian, pelaku A sebelumnya sudah memiliki hubungan tidak harmonis dengan korban. Beberapa hari sebelum peristiwa, mereka sempat terlibat argumen yang berujung pada rasa sakit hati pelaku. Di kawasan Gabion, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi sebagian besar penduduk Belawan, kejadian ini menjadi sorotan publik. Warga sekitar mengatakan bahwa pelaku sering kali terlihat emosional dan tidak sabar.

Pelaku A yang merupakan warga setempat, tampaknya merasa korban tidak menghargai perasaannya. Dalam percakapan, korban terlihat cuek dan tidak memperdulikan permintaan pelaku untuk berkelahi. Hal ini mungkin memicu reaksi impulsif pelaku, yang akhirnya menyerang korban dengan pisau. Proses penangkapan pelaku terjadi setelah warga melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, sehingga Sat Reskrim Polres Belawan segera melakukan penyelidikan.

Respons Komunitas dan Dampak Insiden

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan Gabion sering menjadi tempat kejadian peristiwa yang menimbulkan kecemasan. Tidak hanya perkelahian fisik, tetapi juga ada laporan kecil tentang tindakan kekerasan lainnya yang terjadi di lingkungan kerja. Insiden dengan pelaku A memberikan dampak psikologis yang signifikan pada masyarakat sekitar, terutama pekerja pengering ikan yang merasa takut.

Selain itu, kejadian ini juga menimbulkan diskusi mengenai pentingnya manajemen emosi dalam interaksi sehari-hari. Dalam kawasan perikanan, yang biasanya didominasi oleh lingkungan kerja kolaboratif, konflik seperti ini bisa terjadi jika tidak dikelola dengan baik. Kasat Reskrim mengatakan bahwa penyebab utama peristiwa adalah kecewaan dan rasa sakit hati pelaku, yang mungkin terpicu oleh faktor-faktor tertentu.

Para warga sekitar meminta pihak kepolisian untuk meningkatkan pengawasan terhadap pekerja yang berada di kawasan Gabion. Mereka juga berharap adanya pelatihan pengelolaan konflik agar peristiwa serupa tidak terulang. Menurut informasi, korban Firman masih dalam perawatan di rumah sakit, sementara pelaku A telah ditahan dan dikenai tindakan hukum. Dengan adanya kasus ini, kepolisian menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti laporan kekerasan dan memastikan kemanan di wilayah kerja mereka.

Ekspansi Inform

Rizki Wijaya

Rizki Wijaya adalah content writer yang berpengalaman dalam riset keyword dan tren pencarian terkait donasi online di Indonesia. Ia menggabungkan data SEO dengan kebutuhan informasi pengguna dalam setiap tulisannya. Kontennya berfokus pada panduan donasi, perbandingan platform, serta jawaban atas pertanyaan yang sering dicari masyarakat di mesin pencari.

Leave a Comment