Berita

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi-Mobil Ortu Pacar gegara Cinta Tak Direstui

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orang Tua Pacar karena Cinta Tak Direstui Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi - Seorang pemuda bernama NA (25 tahun)

Desk Berita
Published 28/05/2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi dan Mobil Orang Tua Pacar karena Cinta Tak Direstui

Pemuda di Bali Bakar Kandang Sapi – Seorang pemuda bernama NA (25 tahun) telah ditangkap oleh polisi setelah dianggap melakukan aksi pembakaran terhadap kandang sapi dan mobil milik warga di Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 23.00 Wita, di Banjar Dinas Kawanan, wilayah yang terletak di bagian utara Pulau Bali tersebut. Menurut sumber, aksi kekerasan yang dilakukan NA diduga terpicu oleh rasa sakit hati karena hubungan pacarannya dengan anak perempuan korban tidak mendapat dukungan dari orang tua.

Kapolsek Mengungkap Proses Penyelidikan

Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika, memberikan pernyataan resmi tentang kejadian itu saat dikonfirmasi oleh media pada Rabu, 27 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lanjutan. “Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Darma Diatmika. Menurutnya, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis untuk mengungkap akar dari peristiwa tersebut.

“Dari hasil olah TKP ditemukan petunjuk adanya unsur pembakaran yang disengaja,” tambah Darma Diatmika dalam wawancara yang dilakukan oleh detikBali. Ini menunjukkan bahwa investigasi tidak hanya mengandalkan kesaksian saksi, tetapi juga bukti fisik yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kasus ini memicu kehebohan di Desa Julah, terutama karena dua sasaran yang dibakar—kandang sapi dan mobil—memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi korban. Selain itu, satu ekor anak sapi berusia tujuh bulan juga terkena dampak langsung, mengalami luka bakar yang membutuhkan perawatan khusus. Korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp20 juta akibat kejadian tersebut, yang mencakup kerusakan pada kandang dan mobil.

Korban dan Saksi Pertama

Nengah Sudarta (57 tahun), warga setempat, menjadi korban utama dari insiden tersebut. Ia pertama kali mengetahui kebakaran setelah diberitahu oleh saksi WD, yang melihat api membara dari jarak jauh. WD kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Nengah Sudarta, yang segera datang ke lokasi untuk mengecek kondisi kandang sapi miliknya. Penyelidikan terus berlanjut setelah kejadian berlangsung, dengan polisi memeriksa semua petunjuk yang mungkin terkait dengan aksi pembakaran.

Di lokasi, petugas menemukan beberapa barang bukti yang menunjukkan bahwa api berasal dari sumber yang disengaja. Mobil Suzuki Futura warna hitam yang terparkir di garasi sekitar 40 meter dari kandang sapi juga turut terbakar, memperburuk situasi. Sejumlah warga setempat mengatakan bahwa mobil tersebut termasuk aset penting bagi keluarga korban, sehingga kerugian yang terjadi sangat besar. Kebakaran terjadi tanpa adanya tanda-tanda kecelakaan, sehingga membuat masyarakat mencurigai tindakan yang sengaja dilakukan oleh NA.

Penyebab dan Motif Aksi

Aksi pembakaran yang dilakukan NA diduga terkait konflik cinta dengan korban. Menurut keterangan saksi, NA tidak mendapat izin dari orang tua korban untuk menjalin hubungan pacaran. Konflik tersebut berlangsung sejak beberapa bulan sebelum insiden terjadi, yang berujung pada perasaan sakit hati dan keinginan untuk membalas dendam. Dalam penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa NA secara teratur memantau lokasi kandang sapi dan mobil korban sebelum aksi dilakukan.

Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, polisi menemukan bahwa NA telah mempersiapkan bahan bakar dan alat-alat yang diperlukan untuk memicu api. Proses penyelidikan juga melibatkan analisis sisa-sisa pembakaran dan tanda-tanda kebakaran yang terjadi di dua titik berbeda. Meski belum ada bukti langsung mengenai motif utama, para petugas mengungkapkan bahwa konflik cinta menjadi pemicu utama yang membuat NA melakukan tindakan ekstrem tersebut.

Pelaksanaan Penyelidikan

Darma Diatmika menjelaskan bahwa polisi melakukan penyelidikan secara rinci untuk menemukan petunjuk mengenai sumber api. Tim Inafis membantu dalam proses olah TKP, mencari jejak-jejak yang bisa menjelaskan bagaimana api menyebar ke kandang sapi dan mobil. Hasil olah TKP menunjukkan bahwa percikan api diawali dari kandang sapi, kemudian meluas ke garasi di dekatnya.

Kebakaran tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban, tetapi juga memicu kekhawatiran di masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengatakan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang dampak konflik cinta yang tidak dikelola dengan baik. Dalam penyelidikan, polisi juga mengumpulkan keterangan dari tetangga yang menyaksikan kejadian dan memperkirakan bahwa NA melakukan aksi sendirian, tanpa bantuan dari pihak lain.

Pengembangan Kasus

Dengan adanya bukti yang menunjukkan unsur kesengajaan, kasus ini berpotensi ditingkatkan menjadi tindak pidana pembunuhan atau pencurian. Selain itu, tindakan NA terhadap anak sapi yang masih kecil juga menjadi fokus dalam penelusuran lebih lanjut. Polisi sedang memeriksa apakah ada keinginan untuk melukai hewan secara sengaja, atau hanya kejadian yang terjadi secara tak terduga.

Menurut Darma Diatmika, proses penyelidikan masih berlangsung. “Kami belum menemukan motif yang jelas, tetapi semua petunjuk menunjukkan bahwa kejadian ini adalah hasil dari konflik personal,” ujar polisi tersebut. Dengan adanya beberapa barang bukti, tim penyelidik meyakini bahwa NA memang bertindak dengan sengaja. Selanjutnya, penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kejadian lain yang terkait dengan aksi ini.

Kebakaran di Desa Julah ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan dampak emosional dari konflik cinta yang berubah menjadi tindakan kekerasan. Selain merugikan ekonomi korban, aksi tersebut juga menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sekitar. Dalam upaya mempercepat proses penyelidikan, polisi mengimbau masyarakat untuk tetap memberikan keterangan apabila mengetahui informasi tambahan mengenai kasus ini.

Simak selengkapnya di sini.

Budi Wibowo

Budi Wibowo memiliki pengalaman dalam manajemen organisasi sosial dan pengelolaan program donasi berbasis komunitas. Ia memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan dalam kegiatan penggalangan dana. Melalui artikelnya, Budi membantu pembaca menilai kredibilitas platform donasi, memahami alur distribusi bantuan, serta memastikan donasi yang diberikan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Leave a Comment